Showing posts with label Perisai Putih. Show all posts
Showing posts with label Perisai Putih. Show all posts

Monday, January 18, 2016

Ilmu Perisai Putih

Pada dasarnya ilmu silat Perisai Putih terdiri dari atas 4 ( empat ) lingkup besar, yaitu :
·         Ilmu silat tangan kosong
·         Ilmu penguasaan senjata beladiri
·         Ilmu pernapasan
·         Mengenal kekuatan diluar jasmani
v    Ilmu silat tangan kosong, dapat diklasifikasikan yaitu :
ü  Sistim permainan atas
ü  Sistim permainan bawah
ü  Sistim lengket
v    Ilmu penguasaan senjata beladiri, dapat diklasifikasikan yaitu :
ü  Penggunaan alat untuk membela diri
ü  merampas senjata
v    Ilmu pernafasan, dapat diklasifikasikan yaitu :
ü  Pengolahan pernafasan untuk kesehatan
ü  Pengolahan pernafasan untuk pengobatan
ü  Pengolahan pernafasan untuk keperluan tertentu
v    Mengenai ilmu “Mengenal Kekuatan Diluar Jasmani” adalah merupakan ilmu kerohanian mental-spritual ( non fisik, berdasarkan pada keyakina / kepercayaan ) yang sasarannya untuk memberikan perkenalan adanya kekuatan lain ( Ghaib ) yang sering menyertai dalam berbagai pertarungan ( silat ) atau Magic yang tidak bisa diatasi hanya dengan kekuatan fisik / rasional

MOTTO DAN SEMBOYAN

MOTTO 
PERGURUAN SILAT NASIONAL PERISAI PUTIH
 “PADI SEMAKIN BERISI SEMAKIN MERUNDUK”
( Seperti Padi berisi, manusia apabila dibekali ilmu yang banyak janganlah takabur dan sombong tebarkan benih kebijaksanaan, bersikap dan bersifatlah kesatria karena disitulah terdapat manfaat untuk semua umat manusia, jangan seperti padi merunduk karena hanya dihinggapi hama )

SEMBOYAN
PERGURUAN SILAT NASIONAL PERISAI PUTIH
“KETAHANAN MERUPAKAN SUMBER KEDAMAIAN”
“SIVIS PACOM PARA BELLEUM”

Sumpah Perguruan


Perguruan Silat Nasional Perisai Putih mempunyai sumpah Perguruan :

1. Bahwa saya senantiasa bersikap kesatria yang setia pada Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945.
2. Bahwa saya senantiasa bersifat kesatria yang setia kepada guru dan orang tua.
3. Bahwa saya senantiasa berjiwa kesatria yang perkasa, perendah hati dan tidak talabur.
4. Bahwa saya senantiasa menjunjung tinggi martabat dan kehormatan Perguruan Silat Nasional Perisai Putih.
5. Bahwa saya senantiasa setia dan menepati serta membela perguruan.

Lambang Perisai Putih



 



Berbentuk segi lima yang mengandung azas Pencasila dengan warna kuning
dan bergaris tepi hitam yang didalamnya terdapat dua orang yang sedang bertempur,
warna hitam pada segi delapan warna putih yang bergaris tepi hitam.

1. Segi Delapan melambangkan pengembangan ajaran perguruan ke delapan penjuru mata angin.
2. Dasar putih melambangkan kesucian hati dalam membela kebenaran tanpa pamrih.
3. Gambar dua orang bertempur melambangkan anggota PSN perisai putih berani bertempur demi kebenaran dengan semboyan ” ketahanan merupakan sumber kedamaian ” yang dalam pepatah yunani berbunyi ” SIVIS PACOM PARA BELUM “.
4. Warna hitam dari dua orang bertempur melambangkan didalam ilmu Pencak Silat PSN Perisai Putih terdapat banyak rahasia ilmu Pencak silat yang belum terungkap dalam kehidupan manusia.
5. Diatas gambar persegi delapan bertuliskan PERGURUAN SILAT NASIONAL dan PERISAI PUTIH dibawah gambar persegi delapan berbentuk busur berarti melambangkan kebenaran dan keadilan.
6. Warna hitam pada segi lima melambangkan nilai – nilai luhur PANCASILA sebagai falsafah negara sebagai sumber budaya bangsa dalam menggaliilmu pencak silat PSN Perisai Putih.

Sejarah Perisai Putih

Perguruan Silat Nasional Perisai Putih didirikan oleh Guru Besar R. Ahmad Boestami Barasoebrata beliau dilahirkan di Bangselok -Sumenep Madura tepatnya pada hari senin, 4 Desember 1939.Beliau adalah putra ke tiga dari sembilan bersaudara.

Beliau mempelajari Ilmu Pencak Silat dari Kakeknya yang bernama Kyai Agus Salim atau dikenal dengan sebutan Ki Lamet selain itu beliau membelajari ilmu silat dengan para pendekar silat di seluruh wilayah Nusantara.

Kemudian beliau melatih para pemuda dan kerabat terdekatnya beserta para simpatisan, yang akhirnya menjadikan murid - murid beliau semakin banyak jumlahnya.

Maka tercetuslah ide oleh beliau untuk mendirikan sebuah perkumpulan Silat yang diberi nama YIUSIKA kepanjangan dari Yuiyitsu Silat Karate atau dikenal dengan Sekolah Beladiri Tanpa Senjata. berkat batuan Kapten Soeparman secara resmi berdiri pada tanggal 1 Januari 1967 yang berkedudukan di Surabaya.

Pada Kongres IPSI ke IV tahun 1973 YIUSIKA di daftarkan sebagai anggota IPSI namun ditolak dengan alasan tidak termasuk beladiri asli bangsa Indonesia karena nama yang digunakan nama beladiri asing, berkat bantuan bapak William Maramis dengan Idenya menambahkan nama Perisai Putih .

(YIUSIKA Perisai Putih). Akhirnya oleh IPSI ditetapkan secara resmi sebagai 10 Perguruan Historis melalui keputusan kongses IPSI ke IV pada tahun 1973.

Lambang Perguruan dibuat oleh murid beliu yang bernama FX. Siswadi. Pada Mukernas pertama di Surabaya terdapat Perubahan Lambang perguruan yang bertuliskan Beladiri IPSI Perisai Putih menjadi Perguruan Silat Nasional Perisai Putih yang dikenal dengan nama PSN Perisai Putih pada tanggal 10 Oktober 1987. Tidak lama kemudian beliau wafat pada tanggal 27 Desember 1987 dalam usia 48 tahun dan dimakamkan dikota Surabaya.

~ 0 ~

Dalam mempelajari ilmu pencak silat para pesilat harus memiliki keyakinan dan kepercayaan terhadap
Tuhan Yang Maha Esa.
Tiada kekuatan yang luar biasa yang lebih tinggi dari pada kekuatan Allah.

DKI Jakarta

Perkembangan PSN Perisai Putih di DKI Jakarta pada tahun 1971 tepatnya pada tanggal 16 Agustus 1971, seorang Pendekar Silat dari Surabaya bernama S.Himantoro dibantu oleh Joni Heru Riono mendirikan tempat latihan diwilayah Jakarta Utara dibawah pimpinan Drs. Soetedjo, kemudian beliau mengembangkan kewilayah Jakarta Timur mendirikan tempat latihan di Mess Statistik dibawah pimpinan Daeng Husin Umar.

Dilanjutkan pengembangan tempat latihan kewilayah Jakarta Selatan dibawah pimpinan Soediono yang selanjutnya mengembangkan perguruan kewilayah Jakarta Pusat dengan dibantu oleh Drs. Hadi Mahmud, kemudian organisasi dibawah pimpinan Hadi Prayitno.

Untuk Wilayah Jakarta Barat pengembangan PSN Perisai Putih didirikan tempat latihan di Jelambar dibawah pimpinan Maxi .Dengan ketekunan beliau mendidik kader - kader pelatih dari tiap - tiap wilayah latihan. Beliau Wafat karena sakit. Selanjutnya Perkembangan Perguruan dilanjutkan murid - murid beliau yang tergabung dalam wadah Dewan Pendekar Daerah.