Showing posts with label Gadjah Putih. Show all posts
Showing posts with label Gadjah Putih. Show all posts

Wednesday, February 24, 2016

Ajaran Silat Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka



 - Jurus
Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka mempunyai jurus ajaran secara fisik sebanyak 24 Jurus, adalah sebagai berikut :
1. Jurus
2. Susun
3. Potong
4. Sikut
5. Depan Potong
6. Depan Sikut
7. Simur
8. Selup
9. Tebang Luhur
10. Tebang Bawah
11. Sangkol
12. Alip Sangkol
13. Sentak
14. gendong Macan
15. Kuwitang
16. Kiprat
17. Setembak
18. Serong
19. Alip catok
20. Alip Naga Berenang Kedet
21. Kepruk Dongkari
22. Dongkari Tunggal
23. Tendang Besot Paksi Muih
24. Alip Tilep Leungit

Jurus- Jurus tersebut diatas mempunyai arti masing masing sasaran untuk memperoleh adeg adeg tenaga fisik guna membina kekuatan jasmani.

Lambang Gadjah Putih

Lambang Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka

Lambang yang lahir dari tafakur Maha Guru KH. Adji Djaenudin bin H.Usman kepada Allah SWT ini memiliki arti sebagai berikut : 
GADJAH PUTIH
: Seekor satwa besar yang gagah berani berwarna putih yang melambangkan kesucian, diibaratkan sebuah kendaraan dalam membela kebenaran dan kebajikan hidup yang diridoi oleh Allah SWT, dan belalai gajah dengan kelincahannya serta kuat bermulti guna demi kemaslahatan umat manusia.
MEGA
: Luhur, bercita-cita tinggi dalam membela nusabangsa yang berpancasila dan beragama.
PAKSI
: Jujur, Cepat, Lurus demi keadilan, kebenaran dan keparipurnaan hidup manusia Duniawi dan Uhrowi.
PUSAKA
: Terpelihara, Wajib dipelihara warisan leluhur supaya tetap tunggal dengan kesatuan dan persatuan dalam membela dan mencapai cita-cita.

Motto Gadjah Putih

Moto Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka
Gadjah Putih memiliki sebuah moto yang berbunyi :


" Elmu Luhung Teu Adigung
Sakti Diri Teu Kumaki
Yakin Usik Kersaning Illahi "
yang berarti

"Ilmu Tinggi Tidak Angkuh
Sakti Diri tidak Takabur
Yakin Prilaku perkenan Illahi"
dengan moto tersebut dapat dijelaskan jika kita memiliki ilmu baik secara fisik maupun batin yang mempuni kita tidak boleh angkuh, begitupun jika telah merasa diri kita sakti jangan pernah takabur, dan yakinkanlah bahwa setiap prilaku atau perbuatan kita harus di ridhoi oleh Allah SWT.

sejarah Gadjah Putih

Gadjah Putih Jati Wisesa adalah salah satu Seni Bela Diri Silat yang ada di negara Indonesia. Walaupun kepengurusan paguron masih belum lama terbentuk, namun gaung Gadjah Putih Jati Wisesa sudah lama terdengar bahkan sampai ke manca negara.
Gadjah Putih Jati Wisesa terlahir dari rasa tanggungjawab untuk meneruskan hasil perjuangan leluhur / pendiri seni bela diri pencak silat adalah Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka (GPMPP). Seni tradisional bela diri urang sunda ini didirikan dan dideklarasikan pada tahun 1959 oleh guru besar, (alm) H. DJAENUDIN, warga Kp. Gegerpasang, Desa Sukarasa, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut.
Setelah dideklarasikan secara resmi, seni bela diri ini secara perlahan-lahan mengalami perkembangan dan banyak warga yang mulai mencintai dan melestarikan seni bela diri ini, dengan cara ikut bergabung menjadi anggota atau murid di Paguron Gadjah Putih. Tujuan mereka adalah selain untuk berolah raga menjaga kesehatan badan, juga untuk menjaga diri.
Seni bela diri pencak silat Gadjah Putih ini, dari tahun ke tahun anggotanya terus bertambah. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya jumlah anggota atau warga yang ikut berlatih. Setelah perkembangan Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka dirasakan sudah cukup pesat, maka pada tahun 1983 H. Djaenudin mengundurkan diri dari kepengurusan dan beliau kembali ke Paguron, yang selanjutnya organisasi dipimpin oleh A. Wajihaddin sampai tahun 1989, kemudian pada tahun 1990 A. Wajihaddin kembali ke paguron lalu pada saat itu H. Djaenudin memberikan wasiat (surat pernyataan) kepada A. Wajihaddin dengan disaksikan oleh murid-murid H. Djaenudin lainnya agar yang bersangkutan (A. Wajihaddin) meneruskan dan mengembangkan ajaran beliau.
Seiring dengan berjalannya waktu perkembangan seni bela diri ini mengalami kevakuman dan tidak begitu terdengar gaungnya, terlebih sepeninggalnya guru besar, pendiri dan deklarator Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka, (alm) H. Djaenudin, seni bela diri pencak silat Gadjah Putih seperti hilang ditelan jaman.